Support LGBT Community Members Living With HIV In Bali

Bali Rainbow Community continues to work to support HIV positive LGBT community members in Bali. Our recent fund raising event let us continue to provide direct personal and medical assistance for under privileged patients and those who required help due to their medical condition.

Since the beginning of July we have assisted with hospital bills, living expenses, medical bills directly to 7  HIV+ patients.

During our committee meeting we decided to finance more complex and wider projects.

My First Test – Bali Medika

We allocated 9 million rupiah to cover first testing for patients coming to Bali Medika Clinic. We understand that it’s a stressful situation and financially not a priority especially for young community members. Therefore to encourage them and remove any barrier we decided to fully support any first timers. We also hope that during pre-test counselling we will be able to create a positive habit and raise awareness about HIV in this group.

Med Plus – Bali Medika Clinic

Based on the growing number of patients in Bali Medika Clinic we decided to create a reserve of 32 million rupiah for 6 months. This money will be provided for newly diagnosed patients and patients with on-going anti retroviral therapy.

  • Pre testing and CD4/CD8 cells count
    The current guidelines of the World Health Organisation are recommending beginning HIV treatment immediately after diagnosis. That requires pre-treatment testing of ‘body condition’. For patients unable to pay the cost of laboratory tests, Bali Rainbow Community will provide full coverage.
  • Kidney testing
    Due to high toxicity of some of the drugs involved in anti retroviral treatment it is required to test patient’s kidney functions. For patients unable to pay the cost of laboratory tests Bali Rainbow Community will provide full coverage.

WARCAN Shelter House/Spiritia Paramacita Foundation

As most of our Friends remember we decided last year to support and finance a shelter house for HIV+ transgenders in Denpasar. The group leader of this community passed away and our main concern was to provide leadership and management skills for house sustainable existence. We agreed to support Yayasan Spiritia Paramacita and their leader Putu Utami on a university course in exchange to extend their care and fully advocate and support the WARCAN shelter house. We designated 10 million rupiah to cover assistance for all the group.

Clinic Amertha – Kerti Praja Foundation

After a successful Test & Treat program targeting the gay community in Denpasar run by Kerti Praja Foundation and financed by Bali Rainbow Community that brings around 100 new patients, we received a request to support clinic expenses. Amertha Clinic is part of the medical care that Kerti Praja Foundation provide to HIV+ patients for free. We designated 15 million rupiah for 3 months to cover clinic supplies that are necessary for proper patient care.

Be ready for more news from Bali Rainbow Community soon and don’t forget to book December 1st 2016 for our next event – World AIDS Day.


Bali Rainbow Community terus bekerja memberikan dukungan kepada anggota komunitas LGBT di Bali yang positif HIV. Melalui acara penggalian dana yang telah kami lakukan, kami mampu menyediakan bantuan biaya pengobatan kepada pasien-pasien yang memang berhak dan kepada orang lain yang membutuhkan bantuan terkait kondisi kesehatannya.

Sejak awal Juli, kami secara langsung telah membantu biaya rumah sakit, biaya hidup, dan biaya obat yang diberikan kepada 7 pasien HIV positif.

Melalui rapat komite kami telah memutuskan akan membiayai program lain yang lebih besar.

Tes Pertamaku – Bali Medika

Kami mengalokasikan 9 juta rupiah untuk membiayai tes pertama bagi pasien yang datang ke Klinik Bali Medika. Kami memahami bahwa secara keuangan dan dalam keadaan tertekan hal tersebut tidak menjadi prioritas khususnya bagi anggota komunitas yang masih muda. Oleh karena itu untuk mendorong mereka dan mengatasi berbagai hambatan kami memutuskan untuk mendukung secara penuh semua orang yang melakukan tes pertama kali. Kami juga berharap selama konseling pra-test kami dapat menciptakan kebiasaan baik dan meningkatkan kesadaran tentang HIV.

Med Plus – Klinik Bali Medika

Melihat peningkatan jumlah pasien di Klinik Bali Medika, kami memutuskan untuk menyediakan 32 juta rupiah selama 6 bulan. Dana ini disediakan untuk pasien yang baru terdiagnosis dan pasien yang sedang menjalankan terapi anti retroviral.

  • Tes awal dan jumlah sel CD4/CD8
    Organisasi kesehatan dunia atau WHO merekomendasikan untuk langsung memulai perawatan HIV setelah diagnosis. Hal ini membutuhkan tes awal sebelum memulai perawatan untuk mengetahui kondisi tubuh. Untuk pasien yang tidak mampu membayar biaya tes laboratorium, Bali Rainbow Community akan membantu seluruh biayanya.
  • Pengecekan ginjal
    Mempertimbangkan tingginya toksisitas beberapa obat dalam terapi anti retroviral maka dibutuhkan tes untuk mengecek fungsi ginjal pasien. Untuk pasien yang tidak mampu membayar biaya tes laboratorium, Bali Rainbow Community akan membantu seluruh biayanya.

Rumah singgah WARCAN/Yayasan Spiritia Paramacitta

Seperti yang telah rekan-rekan ketahui, tahun lalu kami memutuskan untuk membantu biaya rumah singgah untuk transgender yang HIV+ di Denpasar. Ketua komunitas ini telah meninggal dunia dan perhatian utama kami adalah untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen demi keberlangsungan rumah singgah. Kami sepakat untuk mendukung Yayasan Spiritia Paramacitta beserta ketuanya Putu Utami untuk melanjutkan pendidikan magister sebagai timbal balik atas usaha lebih mereka dalam memberikan perhatian dan advokasi yang mereka lakukan untuk mendukung rumah singgah WARCAN. Kami menyediakan 10 juta rupiah untuk asistensi bagi komunitas ini.

Klinik Amertha – Yayasan Kerti Praja

Setelah sukses dengan program Test & Treat yang menyasar komunitas gay di Denpasar, yang dijalankan oleh Yayasan Kerti Praja dan dibiayai oleh Bali Rainbow Community, dimana berhasil menjangkau 100 pasien baru, kami menerima permohonan untuk dukungan pembiayaan klinik. Klinik Amertha merupakan bagian dari perawatan medis yang disediakan secara gratis oleh Yayasan Kerti Praja kepada pasien HIV+. Kami mengalokasikan 15 juta rupiah selama 3 bulan untuk membiayai keperluan klinik yang dibutuhkan untuk pelayanan yang lebih baik.

Bersiaplah untuk berita lainnya dari Bali Rainbow Community dan jangan lupa untuk acara kami yang akan datang pada 1 Desember 2016 yaitu Hari AIDS Sedunia.